[1 Sep 2010 | No Comment | 526 views]

Dear all,
Sudah lama rasanya saya ga menulis “surat cinta” to all member ya?
Secara kebetulan saat bangun di pagi hari ini terbersit keinginan untuk share hal yang mungkin merupakan hal sepele bagi teman2. Yaitu tentang semangat untuk belajar sesuatu hal yang baru.
Supaya nyambung ceritanya, boleh ya kilas balik ke kehidupan lampau saya [...]

Read the full story »

Hubungan »

Hati-hati dengan penipuan Phising melalui email…..
[28 Oct 2010 | No Comment | 500 views]

Dear all,

Hati-hati, penipuan phising (pencurian data personal), kini sudah menggunakan bahasa Indonesia, artinya mulai merambah ke wilayah tanah air.

Biasanya berbentuk email, dengan dalih “Pencairan Uang di Bank Tertentu” karena warisan bermasalah, dan mengajak kita untuk menjadi “Account Talangan” untuk menerima transfer itu.

Jika penerima email terpancing, maka mereka akan meminta data secara lengkap mengenai Jati Dirinya, dan data itu akan menjadi sumber untuk data penipuan yang lain. Jadi ini adalah proses pengumpulan informasi untuk mendapatkan data riil. Data semacam ini diperlukan untuk berbagai kegiatan pemalsuan / kejahatan.

Mungkin pertanyaan Anda, kenapa mereka susah amat menggunakan data dari orang dengan mengumpulkan, kok tidak mengarang Jati DIri palsu sekenanya saja?

Jawabannya adalah : mereka perlu data riil yang dapat dilakukan crosscheck. Misal untuk apply hutang, pendaftaran credit card, pemalsuan credit card / passport dan lain-lainnya.

Di bawah ini salah satu email yang saya terima beberapa saat yang lalu.

Dulu email seperti ini selalu BERBAHASA INGGRIS, dan kebanyakan datang dari Afrika / Amerika. Entah kenapa sekarang kok sudah berbahasa Indonesia. Mohon disebarkan, agar orang-orang yang masih cukup polos dalam hal begini, tidak menjadi korban penipuan semacam ini. Bahkan kalau dicermati, email ini mengandung banyak bahasa yang hypnotic!

Salah satu teman saya sampai bersyukur kepada YME karena merasa mendapat rejeki nomplok dari hal begini.

Hati-hati kawan-kawan.

Jangan pernah mengontak balik email semacam ini…, apalagi percaya dengan memberikan data.

Perhatikan saja, mereka kirim email selalu ke alamat lain (bukan ke alamat kita), tapi kita bisa menerimanya , karena kita cuman di bcc secara Group (Bulk).

Bahkan dalam contoh email di bawah ini. email pengirim (Sender) dan Penerima (To: ) adalah sama, dan nama saya tidak muncul sebagai penerima, namun email ini masuk ke mailbox saya.

Artinya, mereka memasukkan alamat saya di BCC, bersama mungkin ratusan nama yang lain.

Jadi, saya bukan satu-satunya yang dikirim, seperti kesan yang mau di tampilkan dalam isi email ini. Seolah-olah mereka percaya pada saya PRIBADI.

Semoga bermanfaat,

Salam Peduli Sesama

===============

<span>SUBJECT : Maaf, Tanpa Mengurangi Rasa Hormat</span>

From : Ibu YYYY YYYYY <yyyyyyyyyy@_________.com> (Red : saya edit)

To      : <yyyyyyyyyy@_________.com>

Date Tue, Oct 26, 2010 at 4:26 PM

Subject  : Maaf, Tanpa Mengurangi Rasa Hormat

Helo,

Saya Ibu YYY YYYY (Red : saya hilangkan namanya) dari Indonesia . Saya telah menikah dengan Bapak XXXXX XXXXX (Red : saya hilangkan namanya), seorang Insinyur dari Inggris. Kami resmi menikah pada tanggal 10 Oktober 2001. Pada saat itu dia sedang bekerja sebagai karyawan kontrak di SUBSEA,sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran dan saluran pipa minyak, gas dan bahan bakar, berbasis di Singapura. Kontrak kerjanya berakhir pada tahun 2004. Kami lalu pindah di negara asalnya Inggris bersama dengan anak perempuan kami.

Pada tanggal 26 April 2008, kami sekeluarga sedang dalam perjalanan pulang dari pantai. Mobil kami mengalami ban pecah lalu menabrak sebuah tiang listrik. Setir mobil masuk menembus dan melukai dada suami saya. Dia meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Tuhan masih melindungi saya & anak perempuan saya.

Setelah suami saya dimakamkan pada tanggal 10 Juli 2008, keluarganya datang menuntut properti suami saya. Mereka semua mengklaim bahwa saya tidak menikah dengan Bapak XXXX XXXXX  secara resmi. Saya harus menyerahkan semua rumah dan properti kepada mereka termasuk akses ke semua rekening bank kami dan beliau. Sejak bulan Agustus 2008, kami mengadu ke pengadilan untuk menyelesaikan masalah ini bersama pengacara almarhum suami saya. Tapi sejak itu pula tidak ada satu pun yang didapat.

Almarhum Suami saya memiliki sejumlah uang sebesar US $6,000,000,00. yang disimpan untuk investasi dalam sebuah rekening di Natwest Bank Plc, UK . Sampai saat ini tidak ada satu pun anggota keluarganya yang mengetahui keberadaan rekening ini. Hanya saya & pangacara kami yang mengetahui tentang sejumlah uang pada rekening almarhum suami saya ini.

Saya memutuskan untuk menyerahkan semua rumah dan property kepada keluarga suami saya dan mengambil uang di rekening ini untuk kembali ke Negara saya Indonesia bersama anak perempuan saya untuk memulai hidup baru. Dari hasil penelitian saya terhadap uang pada rekening suami saya, ternyata BELUM ditunjukkan ahli waris. Inilah yang menjadi alasan saya untuk mencari orang yang dapat dipercaya agar membantu kami sebagai ahli waris almarhum suami saya Bapak XXXXX XXXXXX. Anda akan mendapatkan uang tersebut untuk ditransfer ke rekening bank anda.

Transaksi ini 100% LEGAL & TIDAK BERESIKO.

Saya akan memberikan Anda semua informasi penting yang diperlukan untuk mengklaim uang ini. Saya yakin kalau Anda tidak akan mengecewakan saya sekarang ataupun di masa yang akan datang.

SAYA MENGHUBUNGI ANDA KARENA YAKIN ANDA TIDAK AKAN SEKALIPUN MENGECEWAKAN SAYA DENGAN MENGAMBIL SEMUA UANG TERSEBUT UNTUK REKENING ANDA SAJA. SAYA AKAN MEMBERIKAN SEMUA INFORMASI YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGKLAIM UANG INI.

TOLONG JAGA INI SEBAGAI KEPERCAYAAN YANG SAYA BERIKAN KEPADA ANDA. Saya menunggu respon POSITIF anda SECEPATNYA ke email PRIBADI saya berikut: yyyyyy@_______.com

Salam Hangat,

Ibu YYY YYYY

Pengembangan Diri »

Tips untuk mengatasi emosi negatif…..
[27 Oct 2010 | No Comment | 533 views]

Dear All Member,

Dalam kehidupan ini Kita yang sepenuhnya bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan. Karena itu sebenarnya manusia memiliki kebebasan untuk memilih.

Dr.Richard Bandler salah seorang penemu ilmu Neuro Linguistic Programming pernah mengatakan,”Kebahagiaan adalah respon terbaik yang kita miliki atas stimulus yang diberikan lingkungan kita.”

Saat lingkungan memancing diri kita untuk marah, tetap keputusan marah ada pada diri kita. Keputusan marah ini bisa menjadi respon terbaik saat kita marah terhadap kemalasan atau kebiasaan buruk kita dan menjadi respon yang tidak efektif saat kita marah dipengaruhi lingkungan yang membuat efektivitas kerja kita menurun. Kita sendiri yang memiliki hak untuk memilih marah atau tenang saat lingkungan memancing kita untuk marah.

Untuk bisa mengontrol diri kita sepenuhnya maka sebaiknya kita mengetahui dan memahami diri kita sendiri.

Berikut adalah tips saat kita tiba-tiba mengalami emosi negative.
1. Diam sejenak dan ubahlah gerakan tubuh kita berkebalikan dengan gerakan tubuh saat mengalami emosi negative
2. Pikirkan hal yang membuat kita marah itu. Saat memiikirkan hal tersebut biasa nya muncul gambar atau suara dalam pikiran kita.
3. Saat melihat gambarnya, maka yang dilakukan ubah kecerahan gambar nya hingga menjadi putih sepenuhnya. Saat mendengar suara, atur volume suaranya hingga menjadi “nol”
4. Cek kembali bagaimana emosi yang anda alami saat selesai melakukan itu
5. Jika masih ada emosi yang tertinggal, silakan ulangi berulang kali hingga emosi nya menghilang.

Semoga bermanfaat….

Daniel’s Mind Therapy
http://www.danielaries.com/
YM/Email/FB: danielar125@yahoo.com
PIN BB: 22486981

081321528868/ 021 71512799