Articles in the Pengembangan Diri Category
Posted in Headline, Pengembangan Diri on 25 April 2010
Dua orang biksu Zen yang bernama Tanzan dan Ekido. Mereka sedang berjalan di sepanjang jalan pedesaan yang sangat berlumpur akibat hujan deras yang tadi turun. Di pinggiran desa mereka bertemu dengan seorang perempuan muda yang hendak menyeberangi jalan, tapi karena lumpur yang sangat dalam perempuan itu tidak berani menyeberang jalan karena ia takut lumpur itu [...]
Posted in Pengembangan Diri on 19 December 2009
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua [...]
Posted in Headline, Motivasi, Pengembangan Diri on 4 December 2009
Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.
Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau
mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta
disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.
Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, [...]
Posted in Pengembangan Diri on 25 November 2009
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu dan bertanya, “Mengapa kamu [...]
Posted in Pengembangan Diri on 16 November 2009
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal [...]
Posted in Headline, Motivasi, Pengembangan Diri on 16 November 2009
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kerja, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak
Posted in Motivasi, Pengembangan Diri on 28 October 2009
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang [...]
Posted in Headline, Motivasi, Pengembangan Diri, Phobia/ Takut on 28 October 2009
Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka.kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir “lihat cangkir itu, ” kata si oma kepada suaminya.
” Kau benar , inilah cangkir tercantik yg pernah aku lihat, ” ujar si opa
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yg di maksud berbicara
Posted in Motivasi, Pengembangan Diri on 21 October 2009
Dermawan Rahasia oleh: Woody McKay Jr
Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an,ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.
Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu [...]
Posted in Motivasi, Pengembangan Diri on 15 October 2009
Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah.
Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya.
Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh
guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha,
namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai.
Ia menjadi benci akan teman-temannya.
Ia menjadi jengkel pada gurunya.

