<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Daniel Aries</title>
	<atom:link href="http://www.danielaries.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.danielaries.com</link>
	<description>Emotional Freedom Techniques Practitioner</description>
	<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 16:34:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Haruskah Hati menciptakan Jarak?</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 16:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, &#8220;Mengapa ketika
seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat
atau berteriak?&#8221;
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,
&#8220;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu
berteriak.&#8221;
&#8220;Tapi&#8230;&#8221; sang guru balik bertanya, &#8220;lawan bicaranya justru berada di
sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Haruskah Hati menciptakan Jarak?", url: "http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="thickbox" href="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/swift-crop.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="float: left;" src="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/swift-crop.jpg" alt="swift-crop.jpg" /></a>Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, &#8220;Mengapa ketika<br />
seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat<br />
atau berteriak?&#8221;</p>
<p>Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,<br />
&#8220;Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu<br />
berteriak.&#8221;<br />
&#8220;Tapi&#8230;&#8221; sang guru balik bertanya, &#8220;lawan bicaranya justru berada di<br />
sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara<br />
halus?&#8221;</p>
<p>Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut<br />
pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru<br />
lalu berkata, &#8220;Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,<br />
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka<br />
begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka<br />
harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,<br />
<span id="more-116"></span>semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati<br />
yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu<br />
mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.&#8221;</p>
<p>Sang guru masih melanjutkan, &#8220;Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang<br />
saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka<br />
berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.<br />
Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.<br />
Mengapa demikian?&#8221; Sang guru<br />
bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir<br />
amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. &#8220;Karena hati<br />
mereka begitu dekat,<br />
hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.<br />
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang<br />
ingin mereka sampaikan.&#8221;</p>
<p>Sang guru masih melanjutkan, &#8220;Ketika Anda sedang dilanda kemarahan,<br />
janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak<br />
mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu..&#8221;</p>
<p>Best regard<br />
Daniel&#8217;s Mind Therapy<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;093637d73c49a66d6f16e3380085cc0e&quot;, event)" rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Haruskah+Hati+menciptakan+Jarak%3F&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fmotivasi%2Fharuskah-hati-menciptakan-jarak">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Anda VS Kelemahan Anda</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/kekuatan-anda-vs-kelemahan-anda</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/motivasi/kekuatan-anda-vs-kelemahan-anda#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 13:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[persepsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.
Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Kekuatan Anda VS Kelemahan Anda", url: "http://www.danielaries.com/motivasi/kekuatan-anda-vs-kelemahan-anda" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo.</p>
<p>Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas, karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru; &#8220;Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja&#8221;. Gurunya hanya menjawab singkat &#8220;Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan&#8221; Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tsb.</p>
<p>Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis &amp; minder, ia menuruti permintaan sang guru &amp; mereka berangkat ke ibukota.</p>
<p>Kejuaraan dimulai. Di luar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan &amp; mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak Final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaganya, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, sembari membahas &amp; mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali ,</p>
<p>&#8220;Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu, apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?&#8221;</p>
<p>Sang Sensei tersenyum &amp; berkata;</p>
<p>&#8220;Muridku, Cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan &amp; kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik &amp; jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan &amp; kelemahannya dan akhirnya memilih teknik &amp; jurus yang sesuai yaitu teknik2 yg memanfaatkan kekuatanya dan menutupi kekurangan atau bahkan mengubahnya sebagai kekuatan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu engkau menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus &amp; teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam Judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu&#8221;.</p>
<p>Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yg memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal2 yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang2 yang menggunakan semaksimal kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.</p>
<p>Best Regard</p>
<p>Daniel&#8217;s MInd Therapy</p>
<p>http://www.danielaries.com</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Kekuatan+Anda+VS+Kelemahan+Anda&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fmotivasi%2Fkekuatan-anda-vs-kelemahan-anda">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/motivasi/kekuatan-anda-vs-kelemahan-anda/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu anak Indonesia sungguh salah kaprah, ini FAKTA bukan gosip. Gak percaya? Mari kita buktikan:</title>
		<link>http://www.danielaries.com/uncategorized/lagu-anak-indonesia-sungguh-salah-kaprah-ini-fakta-bukan-gosip-gak-percaya-mari-kita-buktikan</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/uncategorized/lagu-anak-indonesia-sungguh-salah-kaprah-ini-fakta-bukan-gosip-gak-percaya-mari-kita-buktikan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 04:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Phobia/ Takut]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[Humor]]></category>

		<category><![CDATA[Just For Fun]]></category>

		<category><![CDATA[Lagu anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Halo2 Bandung, ibu kota Periangan&#8230;&#8230;..
(bukannya Bandung itu ibu kotanya Jawa Barat?&#8221;)
&#8220;Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu&#8230;&#8230;&#8221;
(Ini jelas lagu DEWASA dan BUKAN konsumsi anak2!
Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil kan????)
Soal ASI nya keluar atau tidak, ga perduli, yg penting nyedotnya kan?
Kalo anak2 a.k.a [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Lagu anak Indonesia sungguh salah kaprah, ini FAKTA bukan gosip. Gak percaya? Mari kita buktikan:", url: "http://www.danielaries.com/uncategorized/lagu-anak-indonesia-sungguh-salah-kaprah-ini-fakta-bukan-gosip-gak-percaya-mari-kita-buktikan" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="thickbox" href="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/album1/borobudur.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="float: left;" src="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/album1/borobudur.jpg" alt="borobudur.jpg" width="191" height="215" /></a>Halo2 Bandung, ibu kota Periangan&#8230;&#8230;..<br />
(bukannya Bandung itu ibu kotanya Jawa Barat?&#8221;)</p>
<p>&#8220;Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu&#8230;&#8230;&#8221;<br />
(Ini jelas lagu DEWASA dan BUKAN konsumsi anak2!<br />
Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil kan????)</p>
<p>Soal ASI nya keluar atau tidak, ga perduli, yg penting nyedotnya kan?<br />
Kalo anak2 a.k.a bayi, karena belum boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem, ya minum susu!) Â</p>
<p>&#8220;Nina bobo nina bobo oh nina bobo&#8230; kalau tidak bobo digigit nyamuk&#8221;<br />
(Menurut psikolog: &#8220;TErnyata sekian tahun anak2 Indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam.&#8221;)  :)&#8230;&#8230;&#8230;..<span id="more-114"></span></p>
<p>&#8220;Bintang kecil dilangit yg biru&#8230;&#8221;<br />
(Bintang kan adanya malem, lah kalo malem emang warna langitnya biru??<br />
Ngaco deh ni lagu.. becandanya jelek)</p>
<p>&#8220;Ibu kita Kartini&#8230;Harum namanya&#8221;<br />
(Namanya Kartini atau Harum siiiih? jangan plin plan deh)</p>
<p>&#8220;Pada hari minggu kuturut ayah ke kota&#8230;.naik delman istimewa ku duduk di muka&#8221;<br />
(Nah, gak sopan kan..masa duduk di muka??kalo duduk tuh ya dikursi dong jangan  dimuka orang????) Â</p>
<p>&#8220;Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita&#8230;&#8221;<br />
(kalo mau nanam jagung, ngapain dalem-dalem dek????<br />
emang mau bikin sumur yah?)</p>
<p>&#8220;Pelangi-pelangi alangkah indahmu,&#8230;pelukismu Agung, siapa gerangan ?&#8221;<br />
(kan udah tahu yang ngelukis si Agung, masih nanya siapa gerangan ?&#8221;)</p>
<p>Bener kan pada ngaco semua lagunya anak2 Indonesia?????</p>
<p>HA..Ha.Ha&#8230;..</p>
<p>Semangat Pagiiiii Semua!!!!</p>
<p>Best Regard<br />
Daniel&#8217;s Mind Therapy<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;6ab358f2d7698921cca31bb5375887a9&quot;, event)" rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Lagu+anak+Indonesia+sungguh+salah+kaprah%2C+ini+FAKTA+bukan+gosip.+Gak+percaya%3F+Mari+kita+buktikan%3A&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Funcategorized%2Flagu-anak-indonesia-sungguh-salah-kaprah-ini-fakta-bukan-gosip-gak-percaya-mari-kita-buktikan">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/uncategorized/lagu-anak-indonesia-sungguh-salah-kaprah-ini-fakta-bukan-gosip-gak-percaya-mari-kita-buktikan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Pernah Menjadi Gigolo (sebuah kisah yang sarat pesan moril)</title>
		<link>http://www.danielaries.com/hubungan/aku-pernah-menjadi-gigolo-sebuah-kisah-yang-sarat-pesan-moril</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/hubungan/aku-pernah-menjadi-gigolo-sebuah-kisah-yang-sarat-pesan-moril#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 13:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[Aku Pernah Menjadi Gigolo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda kalau saya sempat frustasi dan pernah mencoba-coba jadi gigolo demi untuk menyambung hidup..? GA Percaya khan..?
Begini ceritanya&#8230;&#8230;
Pengalaman pertamaku bertemu seorang ibu muda perlente dengan mobil mewah di sebuah mall besar di Bandung.
Aku dibawa dengan mobil mewah menuju ke sebuah rumah besar di daerah elite milik wanita itu.
Sesampainya dirumah, Aku dimasukkan ke dalam sebuah [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Aku Pernah Menjadi Gigolo (sebuah kisah yang sarat pesan moril)", url: "http://www.danielaries.com/hubungan/aku-pernah-menjadi-gigolo-sebuah-kisah-yang-sarat-pesan-moril" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="thickbox" href="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/swift-crop.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="float: left;" src="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/swift-crop.jpg" alt="swift-crop.jpg" /></a>Tahukah Anda kalau saya sempat frustasi dan pernah mencoba-coba jadi gigolo demi untuk menyambung hidup..? GA Percaya khan..?</p>
<p>Begini ceritanya&#8230;&#8230;</p>
<p>Pengalaman pertamaku bertemu seorang ibu muda perlente dengan mobil mewah di sebuah mall besar di Bandung.<br />
Aku dibawa dengan mobil mewah menuju ke sebuah rumah besar di daerah elite milik wanita itu.</p>
<p>Sesampainya dirumah, Aku dimasukkan ke dalam sebuah kamar. Aku  merasa nervous karena ini adalah pertama kalinya masuk ke kamar<br />
wanita lain.<span id="more-112"></span></p>
<p>Pikiranku sudah macam-macam, bingung dan juga kikuk.</p>
<p>Sebelum melakukan apa-apa, wanita itu berkata, &#8220;Kamu lepas dulu baju</p>
<p>kamu dan tunggu disini dulu ya, jangan ke mana-mana,&#8221; ujar wanita itu</p>
<p>kemudian keluar dari kamar. Aku makin bingung karena ditinggal</p>
<p>sendirian.</p>
<p>Sebetulnya aku sangat malu untuk telanjang karena tubuhku  kurus. Akhirnya</p>
<p>aku melepas semua bajuku dan menunggu di kamar. &#8220;Ah sudah kepalang</p>
<p>tanggung,&#8221; pikirku.</p>
<p>Tak lama kemudian, ibu itu masuk ke dalam kamar. Kali ini diikuti</p>
<p>oleh dua orang anak kecil.</p>
<p>Ibu itu berkata kepada kedua anak kecil itu, &#8220;Nah, Wati dan Budi,</p>
<p>harus banyak makan. Kalau tidak, nanti badannya kurus seperti Oom ini&#8221;</p>
<p>seriiiiiiussss amat bacanya&#8230;&#8230;&#8230;.??????</p>
<p>Ha..ha..ha..</p>
<p>Cerita ini membawa sebuah Pesan Moril : Jangan Mudah Negatif Thinking yach…he..he…</p>
<p>Setuju&#8230;.?</p>
<p>Best Regard<br />
Daniel&#8217;s Mind Therapy<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;9e59694a334b2878b0fa327850f21f05&quot;, event)" rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Aku+Pernah+Menjadi+Gigolo+%28sebuah+kisah+yang+sarat+pesan+moril%29&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fhubungan%2Faku-pernah-menjadi-gigolo-sebuah-kisah-yang-sarat-pesan-moril">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/hubungan/aku-pernah-menjadi-gigolo-sebuah-kisah-yang-sarat-pesan-moril/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Tahun Baru 2010&#8230;.boleh share SEDIKIT Ya..:)?</title>
		<link>http://www.danielaries.com/hubungan/semangat-tahun-baru-2010boleh-share-sedikit-ya</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/hubungan/semangat-tahun-baru-2010boleh-share-sedikit-ya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[Happy New Year 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Dear All,
Thanks ya for all the support dari semua member Daniel&#8217;s Mind Therapy selama ini tak terasa sudah di penghujung tahun 2009, sebentar lagi menjelang 2010 with a new Hope, new Spirit, New Friends, New Business dan New2 lainnya&#8230;.:)
Banyak sudah member yang aktif/ pasif setiap membaca tulisan ataupun share dari saya yang mendukung dengan mengatakan, [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Semangat Tahun Baru 2010&#8230;.boleh share SEDIKIT Ya..:)?", url: "http://www.danielaries.com/hubungan/semangat-tahun-baru-2010boleh-share-sedikit-ya" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.danielaries.com/wp-content/uploads/2008/07/daniel1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10" style="float: left;" title="daniel1" src="http://www.danielaries.com/wp-content/uploads/2008/07/daniel1-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Dear All,</p>
<p>Thanks ya for all the support dari semua member Daniel&#8217;s Mind Therapy selama ini tak terasa sudah di penghujung tahun 2009, sebentar lagi menjelang 2010 with a new Hope, new Spirit, New Friends, New Business dan New2 lainnya&#8230;.:)</p>
<p>Banyak sudah member yang aktif/ pasif setiap membaca tulisan ataupun share dari saya yang mendukung dengan mengatakan, &#8221; Thanks ya Niel&#8230;..aku suka baca messagesmu &#8221; .</p>
<p>Tahukah Anda kalau sedikit perkataan seperti itu saja sangat memotivasi saya untuk tetap berbagi kisah hidup, motivasi, cerita lucu bahkan kadang2 sediit nyerempet&#8230;&#8230;..he..he..he..</p>
<p>Semuanya itu tak lepas dari semangat saling berbagi yang saya usung dari sejak awal berdirinya Daniel&#8217;s Mind Therapy Juli 2008.<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;255fd261b10fd25469e5a6863cf5699a&quot;, event)" rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p>Tak lupa kuucapkan banyak terimakasih juga untuk beberapa member yang sudah meluangkan waktunya untuk share juga &#8230;untuk Easter Aulia, Synthia &#8220;Sin-sin&#8221; rachmawati, Milka Jovovich&#8230;..:)&#8230;.( Halo.. yang lainnya kemana nih..he..he).</p>
<p>Dari lubuk hati ku terdalam tak dapat kulukiskan betapa bahagianya melihat diriku dan orang lain berkembang kearah yang lebih baik melalui tulisanku, <span id="more-111"></span>hingga ada yang datang dari seluruh pelosok nusantara meluangkan waktu untuk bertemu muka denganku bahkan minta diterapi&#8230;..:).</p>
<p>Ijinkan aku sedikit berbagi di penghujung Tahun 2009  ini kawan&#8230;&#8230;.</p>
<p>SEDIKIT</p>
<p>Dalam hidup ini:</p>
<p>Kerja hati-hatilah sedikit.<br />
Agar selalu tentram sentosa.</p>
<p>Habis kerja santailah sedikit.<br />
Agar energi kembali terisi.</p>
<p>Sampai rumah gembiralah sedikit.<br />
Agar Anda dan keluarga senang.</p>
<p>Dalam pergaulan ramahlah sedikit.<br />
Biar banyak teman.</p>
<p>Kalau makan, pantanglah sedikit.<br />
Agar tetap sehat dan bugar.</p>
<p>Terhadap lingkungan, pedulilah sedikit.<br />
Agar citra Anda sehat.</p>
<p>Kalau bertindak berimanlah sedikit.<br />
Agar selalu diberkati Tuhan</p>
<p>Dalam hidup ikhlaslah sedikit<br />
Agar pikiran tenang dan hati damai</p>
<p>Best Regard SEdikit..<br />
Daniel&#8217;s Mind Therapy<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;255fd261b10fd25469e5a6863cf5699a&quot;, event)" rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Semangat+Tahun+Baru+2010%26%238230%3B.boleh+share+SEDIKIT+Ya..%3A%29%3F&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fhubungan%2Fsemangat-tahun-baru-2010boleh-share-sedikit-ya">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/hubungan/semangat-tahun-baru-2010boleh-share-sedikit-ya/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Think Twice Before You Act&#8230;..</title>
		<link>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/think-twice-before-you-act</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/think-twice-before-you-act#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 15:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[Self Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa   jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan   sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam  keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani  mengambil satu atau dua [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Think Twice Before You Act&#8230;..", url: "http://www.danielaries.com/pengembangandiri/think-twice-before-you-act" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa   jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan   sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.</p>
<p>Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam  keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani  mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.<span id="more-110"></span></p>
<p>Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia  membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang  pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit  berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (&#8221;Kalau aku bukan orang baik sudah<br />
kutonjok dia!&#8221;) Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.</p>
<p>Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan  lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki  mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue  itu dan berpikir (&#8221;Ya ampun orang ini berani sekali&#8221;), dan ia juga kasar  malah ia tidak kelihatan berterima kasih.</p>
<p>Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si &#8220;Pencuri tak tahu terimakasih! &#8220;.</p>
<p>Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir  selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.   Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini  erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba  berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya  dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.</p>
<p>Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri (subjektif)   serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.</p>
<p>Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah  yang selalu bikin masalah orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.</p>
<p>Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terimakasih.  Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul  permasalahannya.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Best Regard</p>
<p>Daniel&#8217;s Mind Therapy</p>
<p>http://www.danielaries.com</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Think+Twice+Before+You+Act%26%238230%3B..&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fpengembangandiri%2Fthink-twice-before-you-act">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/think-twice-before-you-act/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Siapkan Sehelai Tisu Saat Anda Membaca Cerita Ini</title>
		<link>http://www.danielaries.com/hubungan/siapkan-sehelai-tisu-saat-anda-membaca-cerita-ini</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/hubungan/siapkan-sehelai-tisu-saat-anda-membaca-cerita-ini#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>

		<category><![CDATA[hubungan antar manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Siapkan Sehelai Tisu Saat Anda Membaca Cerita Ini", url: "http://www.danielaries.com/hubungan/siapkan-sehelai-tisu-saat-anda-membaca-cerita-ini" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.</p>
<p>Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.<span id="more-109"></span></p>
<p>&#8220;Siapa yang mencuri uang itu?&#8221; Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, &#8220;Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!&#8221; Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.</p>
<p>Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, &#8220;Ayah, aku yang melakukannya! &#8221;</p>
<p>Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, &#8220;Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? &#8230;Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!&#8221;</p>
<p>Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, &#8220;Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.&#8221;</p>
<p>Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.</p>
<p>Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, &#8220;Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik&#8230;hasil yang begitu baik&#8230;&#8221; Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, &#8220;Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?&#8221;</p>
<p>Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, &#8220;Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.&#8221; Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. &#8220;Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?</p>
<p>Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!&#8221;</p>
<p>Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.&#8221; Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.</p>
<p>Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: &#8220;Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.&#8221;</p>
<p>Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.</p>
<p>Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, &#8220;Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!&#8221;</p>
<p>Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, &#8220;Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?&#8221;</p>
<p>Dia menjawab,tersenyum, &#8220;Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? &#8221;</p>
<p>Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, &#8220;Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..&#8221;</p>
<p>Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, &#8220;Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.&#8221;</p>
<p>Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.</p>
<p>Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.&#8221;Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!&#8221; Tetapi katanya, sambil tersenyum, &#8220;Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..&#8221;</p>
<p>Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. &#8220;Apakah itu sakit?&#8221; Aku menanyakannya.</p>
<p>&#8220;Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan&#8230;&#8221; Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.</p>
<p>Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, &#8220;Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.&#8221;</p>
<p>Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.</p>
<p>Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, &#8220;Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?&#8221;</p>
<p>Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. &#8220;Pikirkan kakak ipar&#8211;ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?&#8221;</p>
<p>Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: &#8220;Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengapa membicarakan masa lalu?&#8221; Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.</p>
<p>Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, &#8220;Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?&#8221; Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, &#8220;Kakakku.&#8221;</p>
<p>Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.</p>
<p>&#8220;Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.&#8221;</p>
<p>Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.</p>
<p>Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, &#8220;Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.&#8221; Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.</p>
<p>(Diterjemahkan dari &#8220;I Cried for My Brother Six Times&#8221;)</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Siapkan+Sehelai+Tisu+Saat+Anda+Membaca+Cerita+Ini&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fhubungan%2Fsiapkan-sehelai-tisu-saat-anda-membaca-cerita-ini">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/hubungan/siapkan-sehelai-tisu-saat-anda-membaca-cerita-ini/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sadarilah Bahwa Hidup Anda Sangat Berarti</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/sadarilah-bahwa-hidup-anda-sangat-berarti</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/motivasi/sadarilah-bahwa-hidup-anda-sangat-berarti#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Headline]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.
Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau
mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta
disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.
Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Sadarilah Bahwa Hidup Anda Sangat Berarti", url: "http://www.danielaries.com/motivasi/sadarilah-bahwa-hidup-anda-sangat-berarti" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.<br />
Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau<br />
mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta<br />
disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual.</p>
<p>Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : &#8220;Operator&#8221;. Dan si operator ini maha tahu.<span id="more-108"></span></p>
<p>Ia tahu semua nomor telepon orang lain!</p>
<p>Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue<br />
di ujung kota.</p>
<p>Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat &#8230;. Operator!!!</p>
<p>Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.</p>
<p>&#8221; Disini operator&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Jempol saya kejepit pintu&#8230;&#8221; kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa<br />
meluap, karena ada yang mendengarkan.</p>
<p>&#8221; Apakah ibumu ada di rumah ? &#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8221; Tidak ada orang &#8221;</p>
<p>&#8221; Apakah jempolmu berdarah ?&#8221;</p>
<p>&#8221; Tidak, cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali &#8221;</p>
<p>&#8221; Bisakah kamu membuka lemari es? &#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8221; Bisa, naik di bangku. &#8221;</p>
<p>&#8221; Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu&#8230;&#8221;</p>
<p>Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.</p>
<p>Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah<br />
Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya<br />
tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.</p>
<p>Suatu hari, burung peliharaan saya mati.</p>
<p>Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.</p>
<p>Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang<br />
biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa<br />
belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : &#8221; Kenapa burung yang pintar<br />
menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di<br />
kandangnya ?&#8221;</p>
<p>Ia berkata pelan : &#8221; Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain&#8230;&#8221; Kata -<br />
kata ini tidak tau bagaimana bisa menenangkan saya.</p>
<p>Lain kali saya telpon dia lagi.</p>
<p>&#8221; Disini operator &#8221;</p>
<p>&#8221; Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?&#8221;</p>
<p>Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga<br />
kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan &#8221; Disini operator &#8221;</p>
<p>Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu<br />
saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau<br />
meladeni anak kecil.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.<br />
Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian &#8221;<br />
operator &#8221;</p>
<p>&#8221; Disini operator &#8221;</p>
<p>Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.</p>
<p>Saya tanya : &#8221; Bisa ngga eja kata kukuruyuk &#8221;</p>
<p>Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : &#8220;Jempolmu yang kejepit pintu<br />
sudah sembuh kan ?&#8221;</p>
<p>Saya tertawa. &#8221; Itu Anda&#8230;. Wah waktu berlalu begitu cepat ya &#8221;</p>
<p>Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan<br />
waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : &#8221; Saya yang<br />
menikmati pembicaraan denganmu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon&#8221;</p>
<p>Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya<br />
bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. &#8221; Tentu, nama saya Saly &#8221;</p>
<p>Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang<br />
sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.<br />
Suara itu bertanya &#8221; Apa Anda temannya ?&#8221;</p>
<p>&#8221; Ya teman sangat lama &#8221;</p>
<p>&#8221; Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh<br />
waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu&#8230;&#8221;</p>
<p>Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : &#8220;Maaf,<br />
apakah Anda bernama Johnny ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya &#8221;<br />
&#8221; Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong<br />
kertas, sebentar ya&#8230;..&#8221;</p>
<p>Ia kemudian membacakan pesan Saly :</p>
<p>&#8221; Bilang pada Johnny, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN&#8230; Johnny akan mengerti kata kata ini&#8230;.&#8221;</p>
<p>Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.</p>
<p>Pesan Moral Dalam Cerita Ini adalah &#8220;Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda dapat menyentuh hidup orang lain, walaupun itu hanya dalam bentuk tulisan, kata2 yang menguatkan, ataupun suara yang menghibur&#8221;</p>
<p>Best Regard</p>
<p>Daniel&#8217;s Mind Therapy</p>
<p>http://www.danielaries.com</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Sadarilah+Bahwa+Hidup+Anda+Sangat+Berarti&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fmotivasi%2Fsadarilah-bahwa-hidup-anda-sangat-berarti">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/motivasi/sadarilah-bahwa-hidup-anda-sangat-berarti/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kuda Berkacamata Hitam</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/kuda-berkacamata-hitam</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/motivasi/kuda-berkacamata-hitam#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu Hutan tersebutlah &#8220;Si Jenggo&#8221;  kuda yang paling terkenal kegagahannya . Tidak hanya gagah, ia pun kuat dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.
Sayangnya, perilaku Jenggo tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap remeh [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Kuda Berkacamata Hitam", url: "http://www.danielaries.com/motivasi/kuda-berkacamata-hitam" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="thickbox" href="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/horse-pictures17.jpg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="float: left;" src="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/horse-pictures17.jpg" alt="horse-pictures17.jpg" width="211" height="239" /></a>Di suatu Hutan tersebutlah &#8220;Si Jenggo&#8221;  kuda yang paling terkenal kegagahannya . Tidak hanya gagah, ia pun kuat dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.</p>
<p>Sayangnya, perilaku Jenggo tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap remeh <del datetime="2007-09-12T10:17:17+00:00"></del>binatang lain. Tabiat buruknya yang lain adalah selalu ingin dipuja. Itu sebabnya ia iri 1/2 mati terhadap Horas.</p>
<p>Ya, Horas adalah kuda gemuk yang cenderung pendiam. Walaupun begitu, penghuni hutan lainnya senang kepadanya karena ia suka menolong dan ramah. Berbeda 180 derajat dengan Jenggo.</p>
<p><span id="more-107"></span>Suatu hari Jenggo pun mendatangi Horas yang sedang makan rumput di pinggir sungai.</p>
<p>“Hei Horas, ayo kita berlomba mengelilingi bukit timur itu”, tantang Jenggo tanpa berbasa-basi. “Aku ingin tahu, siapa diantara kita yang paling hebat”.</p>
<p>Horas menoleh dengan santai ke arah Jenggo.</p>
<p>“Buat apa ah”, jawabnya, “Kan sudah jelas, kamulah kuda paling hebat di hutan ini. Aku jelas gak mungkin menang melawanmu.”</p>
<p>“Tidak peduli!”, tukas Jenggo  Kasar. “Pokoknya aku ingin kita bertanding. Kalau tidak, aku akan hancurkan rumah kayu milik Bu Beri Berang-berang yang kamu buat untuknya bulan lalu.”</p>
<p>Horas tertegun. Ingatannya melayang ke Bu Beri. Badannya yang sudah tua. Bulu-bulunya yang mulai memutih. Tongkat penyangga jalannya.</p>
<p>“Baiklah”, ujarnya sambil mengangguk lirih. “Kapan kita bertanding?”</p>
<p>Jenggo menjawab sambil tersenyum sinis, “Besok sore.”</p>
<p>Malamnya Jenggo mulai membayangkan dirinya yang tengah berlari di bukit timur dengan gagah. Bulunya yang hitam berkilauan terkena cahaya matahari sunset. Kakinya yang kokoh menapak mantap di atas tanah bukit timur yang berbatuan menimbulkan suara yang keras.</p>
<p>Ketepok. Ketepok. Ketepok.</p>
<p>Mendadak ia terkikik. Ia membayangkan Horas yang gemuk berlari dengan terengah-engah menaiki bukit dan akhirnya tersungkur kecapekan.</p>
<p>“Kemenangan sudah jelas ada di tanganku.”, batin Jenggo. “Apabila aku menang, penduduk hutan akan makin menyadari bahwa aku lah kuda terhebat di sini. Popularitasku pasti akan jauh melebihi Horas. Sekarang aku harus cari cara agar aku tampak keren di hadapan mereka saat masuk ke garis finish.”</p>
<p>Ia berpikir. Tiba-tiba ia teringat pada majalah mingguan “Kueren” yang ia beli minggu lalu. Jenggo pun mengambil majalah tersebut dari laci lemarinya dan mulai membuka lembar demi lembar. Sampai akhirnya…</p>
<p>“Ini dia!!!”, teriak Jenggo sambil menunjukkan <del datetime="2007-09-12T10:17:17+00:00">jarinya</del> tangannya ke sebuah iklan tentang kacamata hitam. “Dengan ini aku pasti akan tambah cool di depan warga hutan”.</p>
<p>Keesokan harinya, Jenggo menyempatkan diri untuk pergi ke mall dan membeli kacamata hitam yang paling mentereng. Setelah bersiap dengan menggunakan tapal kudanya yang berbalut emas, ia pun bergegas menuju ke bukit timur, tempat ia akan bertanding dengan Horas.</p>
<p>Sesampainya di sana, tampak Horas sedang berbincang riang dengan teman-temannya. Ada Kuri si Kura-Kura, Nur si burung Nuri, dan bu Beri Berang-Berang. Warga hutan lainnya pun berjejer di sepanjang jalur, bersiap untuk menyaksikan lomba antara Horas dan Jenggo.</p>
<p>“Ayo segera kita mulai”, kata Jenggo sembari memakai kacamata hitamnya yang baru.</p>
<p>Horas memandang Jenggo  dengan wajah aneh. Perhatiannya tertuju pada kacamata hitam Jenggo dan label harganya yang entah sengaja atau tidak, lupa dicopotnya.</p>
<p>Namun Horas tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia meminta Nur untuk membantu memasangkan kacamata kudanya yang sudah agak butut.</p>
<p>Kedua kuda itu pun bersiap di garis Start. Pak Hori Harimau yang bertugas sebagai penjaga garis melambai-lambaikan bendera putih di depan mereka. Dalam hitungan ketiga, ia menurunkan bendera dengan bersemangat sambil berteriak lantang, “Mulai!!!”</p>
<p>Jenggo langsung melesat. Julukannya sebagai “Kuda Perkasa” memang bukan main-main. Dalam hitungan detik, ia sudah tidak tampak di balik bukit. Sebaliknya, Horas melaju dengan sambil menjaga kecepatan dan staminanya. Ia sadari bahwa dalam urusan keduanya, ia bukan tandingan Jenggo, oleh karena itu ia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.</p>
<p>Jenggo yang jauh memimpin di depan tertawa lebar-lebar sambil terus memacu kecepatannya. Ia sudah tidak kuasa lagi membayangkan kemenangannya. Di hadapannya sudah tampak Bukit Curam, bukit terakhir dari deretan Bukit Timur.</p>
<p>Bukit Curam terkenal sebagai bukit paling berbahaya di daerah itu. Berbatu dan memiliki sudut tanjakan yang sempit. Siapa saja yang tidak berhati-hati pasti akan celaka. Di sisi lain, pemandangan dari atas Bukit Curam cukup indah. Dari sana terlihat jelas pemandangan hutan serta danau Leka yang luas dan banyak ikannya. Warga hutan sering berkumpul di danau tersebut, baik untuk mandi maupun sekedar untuk bersantai dan bersosialisasi.</p>
<p>Beberapa langkah menuruni Bukit Curam, perhatian Jenggo terpecah. Di bawah, tampak Kutik, kuda betina yang jadi incarannya sejak masa sekolah dulu, sedang mematut-matut tubuhnya di hamparan air danau yang jernih. Tidak lagi konsentrasi terhadap jalan di depannya, kaki kanan Jenggo tanpa sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar.</p>
<p>Jenggo oleng. Ia terjungkal dan menggelinding ke sisi kiri bukit sebelum akhirnya mencapai garis finish barunya di sebuah kubangan tepat di samping Kutik yang melongo melihat adegan akrobat gratis.</p>
<p>Byurrrrr&#8230;..</p>
<p>Sejurus kemudian, Kutik tertawa terbahak-bahak<acronym title="Rolling On The Grass Laughing Out Loud"></acronym>. Tanpa mempedulikan Jenggo yang kesakitan setelah terguling-guling di bukit berbatu. Tanpa mempedulikan wajah Jenggo yang merah padam. Tanpa mempedulikan kacamata hitam Jenggo yang patah. Tanpa mempedulikan perasaan Jenggo yang bingung antara menahan sakit dengan menahan malu.</p>
<p>Saat ia mencoba untuk berdiri (dengan diiringi tawa Kutik yang masih berkesinambungan), terdengar sorak sorai warga hutan. Rupanya Horas telah tiba di garis finish. Agak terengah-engah, tapi setidaknya ia sampai ke tujuan dengan berlari, bukan dengan menggelinding.</p>
<p>Dari kejauhan, ia menatap Jenggo(yang masih mencoba berdiri) dan Kutik (yang masih terus tertawa). Horas juga suka pada Kutik dan ia mungkin akan melakukan kesalahan yang sama seperti Jenggo seandainya ia tidak menggunakan kacamata kudanya. Ya, kacamata itulah yang membantunya untuk tetap berkonsentrasi sepanjang lomba.</p>
<p>Horas mengangkat kaki kanannya, ingin berjalan ke arah Jenggo. Tapi kawan-kawan dan penghuni hutan lainnya mulai mengerubunginya, sibuk memberinya selamat dan memintanya bercerita tentang perasaannya. Akhirnya Horas pun membatalkan niatnya untuk membantu Jenggo.</p>
<p>“Semoga ia baik-baik saja”, gumamnya.</p>
<div class="sociable"></div>
<p><span style="font-style: normal; font-weight: bold; text-decoration: underline;">Moral Cerita / Bahan Renungan:</span></p>
<p>&#8220;Setiap orang mungkin membutuhkan kacamata kuda agar tetap fokus dengan apa yang harus dikerjakannya&#8221;</p>
<p>Best Regard</p>
<p>Daniel&#8217;s Mind Therapy</p>
<p>http://www.danielaries.com</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Kuda+Berkacamata+Hitam&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fmotivasi%2Fkuda-berkacamata-hitam">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/motivasi/kuda-berkacamata-hitam/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Let&#8217;s Think Out Of The Box!!</title>
		<link>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/lets-think-out-of-the-box</link>
		<comments>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/lets-think-out-of-the-box#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu dan bertanya, &#8220;Mengapa kamu [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Let&#8217;s Think Out Of The Box!!", url: "http://www.danielaries.com/pengembangandiri/lets-think-out-of-the-box" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="thickbox" href="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/box4.jpeg"><img class="ngg-singlepic ngg-left alignleft" style="float: left;" src="http://www.danielaries.com/wp-content/gallery/daniel/box4.jpeg" alt="box4.jpeg" /></a>Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.</p>
<p>Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu dan bertanya, &#8220;Mengapa kamu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh? Padahal kita tidak jauh berbeda.&#8221;<span id="more-106"></span></p>
<p>Belalang itu pun menjawab dengan pertanyaan, &#8220;Di manakah kamu selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.&#8221; Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.</p>
<p>Terkadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah diri kita separah itu. Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.</p>
<p>Tidakkah Anda pernah mempertanyakan kepada nurani bahwa Anda bisa ‘melompat lebih tinggi dan lebih jauh kalau Anda mau menyingkirkan ‘kotak&#8217; itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan Anda?</p>
<p>Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang ingin Anda capai. Memang sakit, memang lelah, tapi bila Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.</p>
<p>Kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Bukan cara hidup seperti yang orang lain pilihkan untuk Anda.</p>
<p>To Your Success<br />
Daniel&#8217;s Mind Therapy<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), " rel="nofollow" href="../" target="_blank">http://www.danielaries.com</a></p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.5.1&amp;publisher=6dc8058e-9c25-4db3-913a-e79c56eb88fb&amp;title=Let%26%238217%3Bs+Think+Out+Of+The+Box%21%21&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.danielaries.com%2Fpengembangandiri%2Flets-think-out-of-the-box">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.danielaries.com/pengembangandiri/lets-think-out-of-the-box/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
