Home » Hubungan, Motivasi

Haruskah Hati menciptakan Jarak?

21 February 2010 200 views 2 Comments

swift-crop.jpgSuatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika
seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat
atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab,
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu
berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada di
sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara
halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut
pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru
lalu berkata, “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka
begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka
harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,
semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati
yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu
mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”

Sang guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang
saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka
berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
Mengapa demikian?” Sang guru
bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir
amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati
mereka begitu dekat,
hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.
Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang
ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan, “Ketika Anda sedang dilanda kemarahan,
janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak
mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu..”

Best regard
Daniel’s Mind Therapy
http://www.danielaries.com

2 Comments »

  • adit said:

    ko adit nih,,, saya baca artikel koko yang isinya tentang ” Haruskah Hati Menciptakan Jarak ” yang mau saya tanya cara untuk hati kita menjadi tidak berjarak dengan orang lain saat kita sedang merasa emosi itu gimana???
    Sukses selalu ko Tuhan memberkati

  • admin (author) said:

    Halo Adit apakabar?

    Luar biasa sekali keinginannya untuk belajar dan menjadi a Better Man patut diacungi dua jempol nih!!

    Memang dalam cerita yang saya sampaikan diatas itu penuh dengan makna yang sangat mendalam, dan perlu teori, latihan dan praktek yang lebih mendetail untuk mengatasi emosi kita hingga hati kita menjadi dekat dengan orang lain ya?

    Pada awalnya saya sendiripun punya masalah yang sangat mengganggu sekali dengan emosi yang negatif ini dalam artian Marah, awalnya sih karena kesal dengan orang2 terdekat dalam hal ini keluarga yang kesannya kurang menghargai apapun yang saya ucapkan maupun lakukan(ehmm…saya rasa adit juga berada dalam posisi yang sama ya?)

    Semakin lama amarah itu saya pendam semakin lama kok kerasa semakin besar ya bukannya menghilang? Puncaknya adalah ya jadi mudah marah, kalau sudah marah..hhhhhmm..luar biasa deh kayaknya Preman manapun pasti takut kalau liat saya Marah?

    Sampai akhirnya saya sadar bahwa tindakan saya terlalu berlebihan dan orang yang berhadapan dengan sayapun kelihatannya tidak paham apa yang saya inginkan dengan cara marah itu.

    Singkatnya adalah ya seperti yang Adit lakukan sekarang? Mulai bertanya kepada orang yang kita percaya dapat memberikan solusinya kan? Ya sudah benar dit, hanya memang segala sesuatu perlu proses, bahkan saya sengaja memperdalam semua ilmu yang berkaitan dengan Mindset/ Cara berpikir manusia seperti EFT, Hypnotherapy, Mind Sylva Control, Quantum touch, bahkan meditasi berdiam diri (tidak berbicara dengan siapapun) selama 20 hari nonstoppun pernah saya jalani, bayangkan coba 1 hari saja kita tidak berbicara rasanya berat kan?

    Dan berita baiknya adalah sekarang saya dapat menolong orang lain yang memiliki emosi negatif yang ingin dihilangkan silahkan lihat bagian “About Me” mengenai apa saja yang dapat saya bantu?

    Saran saya khusus untuk Adit, saat sedang emosi tahan diri untuk tidak berbicara, ucapkan berulang2 dalam hati “Aku mencintaimu”, “Maafkanlah aku”, ” Aku mengasihimu”. tujukan perkataan ini untuk diri sendiri dan orang tersebut, lakukan perlahan dan sungguh2 lalu lihat apa yang terjadi?

    O, ya bisa juga dibantu dengan mengatur pernafasan, biasanya saat kita emosi jantung berdebar kencang, nafas terengah2, nah cobalah tarik nafas yang dalam pelan2…hitung 5 detik, tahan 5 detik, buang 5 detik, terus begitu hingga nafas normal kembali.

    Semoga membantu ya?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.