<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Haruskah Hati menciptakan Jarak?</title>
	<atom:link href="http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak</link>
	<description>Best Solution For Your Emotional &#38; Physical Problem</description>
	<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 01:07:32 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak#comment-212</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 08:43:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=116#comment-212</guid>
		<description>Halo Adit apakabar?

Luar biasa sekali keinginannya untuk belajar dan menjadi a Better Man patut diacungi dua jempol nih!!

Memang dalam cerita yang saya sampaikan diatas itu penuh dengan makna yang sangat mendalam, dan perlu teori, latihan  dan praktek yang lebih mendetail untuk mengatasi emosi kita hingga hati kita menjadi dekat dengan orang lain ya?

Pada awalnya saya sendiripun punya masalah yang sangat mengganggu sekali dengan emosi yang negatif ini dalam artian Marah, awalnya sih karena kesal dengan orang2 terdekat dalam hal ini keluarga yang kesannya kurang menghargai apapun yang saya ucapkan maupun lakukan(ehmm...saya rasa adit juga berada dalam posisi yang sama ya?)

Semakin lama amarah itu saya pendam semakin lama kok kerasa semakin besar ya bukannya menghilang? Puncaknya adalah ya jadi mudah marah, kalau sudah marah..hhhhhmm..luar biasa deh kayaknya Preman manapun pasti takut kalau liat saya Marah? 

Sampai akhirnya saya sadar bahwa tindakan saya terlalu berlebihan dan orang yang berhadapan dengan sayapun kelihatannya tidak paham apa yang saya inginkan dengan cara marah itu.

Singkatnya adalah ya seperti yang Adit lakukan sekarang? Mulai bertanya kepada orang yang kita percaya dapat memberikan solusinya kan? Ya sudah benar dit, hanya memang segala sesuatu perlu proses, bahkan saya sengaja memperdalam semua ilmu yang berkaitan dengan Mindset/ Cara berpikir manusia seperti EFT, Hypnotherapy, Mind Sylva Control, Quantum touch, bahkan meditasi berdiam diri (tidak berbicara dengan siapapun) selama 20 hari nonstoppun pernah saya jalani, bayangkan coba 1 hari saja kita tidak berbicara rasanya berat kan?

Dan berita baiknya adalah sekarang saya dapat menolong orang lain yang memiliki emosi negatif yang ingin dihilangkan silahkan lihat bagian "About Me" mengenai apa saja yang dapat saya bantu?

Saran saya khusus untuk Adit, saat sedang emosi tahan diri untuk tidak berbicara, ucapkan berulang2 dalam hati "Aku mencintaimu", "Maafkanlah aku", " Aku mengasihimu". tujukan perkataan ini untuk diri sendiri dan orang tersebut, lakukan perlahan dan sungguh2 lalu lihat apa yang terjadi?

O, ya bisa juga dibantu dengan mengatur pernafasan, biasanya saat kita emosi jantung berdebar kencang, nafas terengah2, nah cobalah tarik nafas yang dalam pelan2...hitung 5 detik, tahan 5 detik, buang 5 detik, terus begitu hingga nafas normal kembali.

Semoga membantu ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Adit apakabar?</p>
<p>Luar biasa sekali keinginannya untuk belajar dan menjadi a Better Man patut diacungi dua jempol nih!!</p>
<p>Memang dalam cerita yang saya sampaikan diatas itu penuh dengan makna yang sangat mendalam, dan perlu teori, latihan  dan praktek yang lebih mendetail untuk mengatasi emosi kita hingga hati kita menjadi dekat dengan orang lain ya?</p>
<p>Pada awalnya saya sendiripun punya masalah yang sangat mengganggu sekali dengan emosi yang negatif ini dalam artian Marah, awalnya sih karena kesal dengan orang2 terdekat dalam hal ini keluarga yang kesannya kurang menghargai apapun yang saya ucapkan maupun lakukan(ehmm&#8230;saya rasa adit juga berada dalam posisi yang sama ya?)</p>
<p>Semakin lama amarah itu saya pendam semakin lama kok kerasa semakin besar ya bukannya menghilang? Puncaknya adalah ya jadi mudah marah, kalau sudah marah..hhhhhmm..luar biasa deh kayaknya Preman manapun pasti takut kalau liat saya Marah? </p>
<p>Sampai akhirnya saya sadar bahwa tindakan saya terlalu berlebihan dan orang yang berhadapan dengan sayapun kelihatannya tidak paham apa yang saya inginkan dengan cara marah itu.</p>
<p>Singkatnya adalah ya seperti yang Adit lakukan sekarang? Mulai bertanya kepada orang yang kita percaya dapat memberikan solusinya kan? Ya sudah benar dit, hanya memang segala sesuatu perlu proses, bahkan saya sengaja memperdalam semua ilmu yang berkaitan dengan Mindset/ Cara berpikir manusia seperti EFT, Hypnotherapy, Mind Sylva Control, Quantum touch, bahkan meditasi berdiam diri (tidak berbicara dengan siapapun) selama 20 hari nonstoppun pernah saya jalani, bayangkan coba 1 hari saja kita tidak berbicara rasanya berat kan?</p>
<p>Dan berita baiknya adalah sekarang saya dapat menolong orang lain yang memiliki emosi negatif yang ingin dihilangkan silahkan lihat bagian &#8220;About Me&#8221; mengenai apa saja yang dapat saya bantu?</p>
<p>Saran saya khusus untuk Adit, saat sedang emosi tahan diri untuk tidak berbicara, ucapkan berulang2 dalam hati &#8220;Aku mencintaimu&#8221;, &#8220;Maafkanlah aku&#8221;, &#8221; Aku mengasihimu&#8221;. tujukan perkataan ini untuk diri sendiri dan orang tersebut, lakukan perlahan dan sungguh2 lalu lihat apa yang terjadi?</p>
<p>O, ya bisa juga dibantu dengan mengatur pernafasan, biasanya saat kita emosi jantung berdebar kencang, nafas terengah2, nah cobalah tarik nafas yang dalam pelan2&#8230;hitung 5 detik, tahan 5 detik, buang 5 detik, terus begitu hingga nafas normal kembali.</p>
<p>Semoga membantu ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://www.danielaries.com/motivasi/haruskah-hati-menciptakan-jarak#comment-209</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 04:48:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielaries.com/?p=116#comment-209</guid>
		<description>ko adit nih,,, saya baca artikel koko yang isinya tentang " Haruskah Hati Menciptakan Jarak " yang mau saya tanya cara untuk hati kita menjadi tidak berjarak dengan orang lain saat kita sedang merasa emosi itu gimana???
Sukses selalu ko Tuhan memberkati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ko adit nih,,, saya baca artikel koko yang isinya tentang &#8221; Haruskah Hati Menciptakan Jarak &#8221; yang mau saya tanya cara untuk hati kita menjadi tidak berjarak dengan orang lain saat kita sedang merasa emosi itu gimana???<br />
Sukses selalu ko Tuhan memberkati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
