Hubungan, Motivasi, Pengembangan Diri »

UNTUK DIRENUNGKAN….
[25 Feb 2012 | No Comment | 313 views]

1. Hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)
3. Jantung rumah adalah seorang istri. Jika hati istri mu tidak bahagia maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi istrimu agar dia bahagia & kau akan merasa seperti di surga.
4. Besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
6. Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkan mu dan punya pria idaman lain di belakangmu.
7. Banyak istri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu. Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..
8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya

Motivasi, Pengembangan Diri »

Paradoks Kepemimpinan
[25 Feb 2012 | No Comment | 153 views]

Dalam bukunya yang luar biasa berjudul Good to Great, Jim Collins menjelaskan sebuah kesalahan yang banyak dilakukan perusahaan ketika mereka memperkerjakan seorang CEO. Kerapa kali, mereka berusaha mendapatkan seorang pemimpin kharismatik yang menjadi,dalam istilah Collins, “seorang genius dengan ribuan pembantu.”

Orang ini menuntut untuk menjadi pusat perhatian dan menerima semua pujian. Orang lain dalam perusahaan hanyalah”buruh,” pembantu yang tidak berhak menerima pengakuan. Dalam kontras yang mencolok, Collins mengamati bahwa perusahaan yang paling sukses pemimpinnya adalah “para visoner yang rendah hati.” Mereka memimpin dengan semangat dan senang memberi penghargaan kepada siapapun dan orang lain.”

Dalam hal memimpin sejauh mana kita mau untuk melayani orang, dengan kita melayani orang juga kita memberikan pengaruh kita dan menanamkan kedalam para pengikut kita maupun bukan pengikut kita.

Seperti apa yang saya yakini juga apa yang diyakini oleh teman saya John C.Maxwel bahwa “semua itu bangkit dan jatuh karena kepemimpinan” dan dia meyakini bahwa “kepemimpinan hanyalah sebuah pengaruh tidak lebih tidak kurang”

Sebuah pengaruh juga bicara tentang kasih, bahwa untuk dapat mempengaruhi orang-orang, berikanlah kasih mu kepada mereka,layanilah mereka,maka mereka akan memberikan hatinya padamu dan mengikutimu.

Apa pengaruh yang dimiliki “para visioner yang rendah hati” terhadap orang-orang?

“Kewajiban membuat kita melakukan dengan baik, tetapi kasih membuat kita melakukan hal itu dengan indah.”

–The Great Zig Ziglar–