10 Alasan Terbaik Mengapa Saya Tidak Merokok
1. Menguras kantong, saya pernah bertanya kpd seorang klien saya dalam sehari berapa banyak batang rokok dia habiskan ? Dia jawab dalam sehari dia habiskan 1 bungkus rokok seharga +- Rp. 10.000,-. kemudian saya mencoba bertanya lagi pernahkah dia menghitung dalam sebulan berapa banyak uang yang dia habiskan ? Dia menjawab belum pernah, maka saya bantu dia menghitung 30 hari X Rp. 10.000,-/ hari =Rp. 300.000,-, ketika mengetahui hal ini mendadak sontak dia baru mulai terkejut menyadari betapa besarnya uang yang dia ” Bakar” dengan merokok.
2. Memperpendek usia 5 hingga 10 Tahun. Bukankah kita semua pada umumnya ingin mempunyai usia yang panjang untuk menikmati hidup dengan orang-orang yang kita cintai?
3. Perokok berusia 55 Tahun memiliki risiko kematian sama dengan pria berusia 65 Tahun yang tidak pernah merokok.
4. Pria perokok cenderung lebih cepat meninggal karena penyakit jantung daripada penyebab lainnya hingga usia 60 Tahun.
5. Setelah penyakit jantung, kanker paru menjadi penyebab utama kematian perokok.
6. Pada perempuan perokok dan berusia lebih dari 40 tahun, risiko kematian akibat kanker paru atau penyakit jantung lebih besar daripada akibat kanker payudara.
7. Saya berusaha menjadi Warga Negara yang baik dengan mematuhi peringatan pemerintah yang tertulis di setiap bungkus rokok, ” Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung dan gangguan kehamilan dan janin”.
8. Saya belum siap dan belum ikhlas untuk menyumbang sebagian besar pendapatan saya untuk biaya berobat ke rumah sakit bila sampai terkena penyakit jantung/ kanker paru karena merokok.
9. Saya memilih untuk menyumbang sebagian pendapatan saya ke panti asuhan anak yatim, panti jompo, yayasan sosial, ataupun tempat ibadah.
10. Saya masih mau menikmati dan bersyukur atas oksigen Gratis yang diberikan alam semesta kepada kita, karena saya sudah pernah menyaksikan sendiri betapa repot dan mahalnya memakai tabung oksigen hanya untuk bernapas seperti yang sudah dialami oleh Almarhum Ayahanda saya ketika divonis menderita Kanker Paru
Semua Alasan ini saya dedikasikan untuk Almarhum ayahanda saya yang telah meninggal dunia akibat merokok sejak usia 13 tahun hingga 60 tahun, sehingga di akhir hayatnya selama 2 tahun berjuang menghadapi kanker paru, dan semua orang yang tidak merokok atau berniat berhenti merokok ataupun saat ini masih merokok.










Leave your response!